Berikut Ini Cara Budidaya Bunga Matahari Yang Baik Dan Benar

Berikut Ini Cara Budidaya Bunga Matahari Yang Baik Dan Benar

Berikut Ini Cara Budidaya Bunga Matahari Yang Baik Dan Benar – Dalam hal ini Bunga Matahari merupakan salah satu bunga yang terbilang nampak cantik dan sangat populer baik sebagai tanaman hias maupun penghasil minyak yang baik bagi kesehatan dan kecantikan.

Bunga matahari termasuk tumbuhan semusim yang biasanya akan tumbuh dengan baik dan subur di musim panas karena sesuai dengan namanya, bunga ini akan mengikuti arah sinar matahari dan menyukai sinar matahari.

Pada bunga matahari ini mempunyai bentuk yang sangat khas dengan memiliki kepala bunga yang terbilang besar dengan diameter sekitar 30 cm, berwarna kuning terang, serta tersusun dari ratusan sampai ribuan bunga kecil pada satu bongkol.

Sifat dasar dari bunga matahari yang selalu mengikuti arah sinar matahari ternyata berpengaruh terhadap produksi minyak yang dihasilkannya. Untuk itu, pada kultivar bunga matahari yang baru, sifat itu disingkirkan karena memakan banyak energi dan mengurangi hasil produksi minyak.

Asal-Usul Pada Bunga Matahari

Pada bunga matahari telah dibudidayakan oleh orang-orang Indian di Amerika Utara sejak ribuan tahaun yang lalu. Yang kemudian tersebar ke Amerika Selatan dan menjadi salah satu sumber pangan bagi warga Inka.

Begitu penaklukan oleh orang Eropa, bunga matahari diperkenalkan ke Eropa dan berbagai penjuru dunia lainnya pada abad ke-16. Semenjak abad ke-17 bijinya telah digunakan dalam campuran roti atau diolah sebagai pengganti kopi serta cokelat. Untuk penggunaannya sebagai sumber minyak mulai dirintis pada abad ke-19.

Berikut Ini Cara Budidaya Bunga Matahari Yang Baik Dan Benar

Bunga matahari merupakan tanaman yang bisa dibilang mempunyai banyak fungsi. Sehingga, banyak orang yang menyukainya. Dan berikut ini merupakan langkah-langkah budidayanya diantaranya :

1. Pengenalan Benih

Tahap ini adalah proses awal yang sangat krusial dan penting. Namun jangan khawatir, karena benihnya dapat dengan mudah dikenali dengan ukuran yang biasanya besar. Gampang dikenali karena bijinya sering dikonsumsi sebagai kuaci.


2. Persiapan Lahan

Khusus untuk proses penyemaian, usahakan siapkan tanah subur dan gembur yang bisa menampung atau mengikat air. Akan tetapi, bisa juga langsung ditanam langsung pada media permanen seperti di kebun, di taman, dll. Usahakan pilih tempat yang cukup akan sinar matahari.


3. Persiapan Bibit

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, biji bunga matahari yang berasal dari induknya haruslah dipilih biji terbaik dan mempunyai mutu paling baik. Karena bunga matahari ini diperbanyak dari biji dengan cara semai.


4. Penanaman

Cara penanaman bunga matahari dilakukan dengan menyebarkan langsung bijinya di area tanam dengan kedalaman 3-8 cm. Cara ini membutuhkan tempat atau media yang bebas gulma (tanaman yang tidak diinginkan).

Cara penanaman lain bisa dilakukan dengan cara mekanik, yaitu biji benih rata-rata 3-8 kg/ha (tergantung pada ukuran biji benih dan jaraknya). Jarak yang paling sering dipakai yaitu 60-75 cm antar baris dan 20-30 cm dalam baris.

Sedangkan untuk kerapatan tanaman dapat disesuaikan dengan lingkungan dan kultivarnya 15.000-30.000 tanaman/ha di bawah hujan dan 40.000-60.000 tanaman/ha untuk yang diirigasikan mengecil, bahkan kerdil. Untuk benih dalam skala sedikit, dapat disemaikan di pot.

Namun jika benih cukup banyak, semaikan di bedengan (area tanah yang sudah terkomposisi berbagai macam unsur hara, biasanya dibentuk memanjang). Setelah itu tunggu kurang lebih 10 hari sejak masa tabur atau jika bibitnya sudah tinggi dengan ukuran 15-20 cm, baru bisa dipindah ke lokasi tanam.

Satu bibit dalam satu lubang. Jarak tanam disarankan minimal 1 meter persegi, karena jika terlalu dekat/rapat, batangnya akan bercabang dan tidak akan berkembang. Dalam penanaman bunga matahari, kondisi tanah disarankan dalam keadaan gembur.

Pada masa awal penanaman, berikan 3 kg pupuk kandang per bibitnya. Disarankan mengulangi pemberian pupuk ini ketika masa tanam sudah berumur 1 bulan. Tambahkan juga ZA 25 gram per batangnya.

Setelah umurnya 1.5 bulan, berikan TSP 15 gram per batang.Perlu diperhatikan juga saluran pembuangan air, kemungkinan adanya penyakit dan hama yang mungkin terjadi.

Pada umur 2 bulan, biasanya bunga yang berada di batang utama mulai terlihat dan kuncup, begitu juga dengan ruas-ruas daun yang berada di bawahnya. 1 batang tanaman umumnya dapat tumbuh 10-12 tangkai bunga.


5. Perawatan

Perawatan bunga matahari ini tergolong mudah dan simpel.

Karena hanya perlu menjaga asupan pupuk, pengairan cukup dan pembersihan dari gulma (tanaman pengganggu). Penyiramannya hanya cukup dilakukan sekali dalam sehari.

Untuk ukuran pemberian pupuk dan pengairan, bisa dibilang lebih kecil dari yang biasa diberikan kepada tanaman jagung. Sejauh ini menurut beberapa pengalaman yang terjadi dilapangan, belum ada hama tertentu yang menggangu tanaman ini.


6. Panen

Untuk memulai panen, perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa bunga harus sudah dalam keadaan tua dan matang, baru bisa diambil bijinya.

Bunga yang sudah tua dapat terlihat dari kelopak bunganya yang sudah kering. Tanda lain yang dapat terlihat adalah pada belakang bunga dan juga tangkainya.

Jika bunga yang masih muda, akan berwarna hijau cerah dan jika bunga sudah matang dan tua, akan berwarna kuning kecoklatan. Bunga matahari yang sudah siap panen umumnya sudah berumur 100 hari.

7. Pemanfaatan dan pengolahan setelah panen

Ternyata bunga matahari dapat dijadikan berbagai macam bahan olahan. Salah satu yang paling sering adalah digunakan sebagai bahan penghasil minyak dan makanan kecil kuaci. Selain itu, juga bisa untuk menjadi bahan tepung dan kapsul.

Adapun proses pengolahan menjadi minyak melewati berbagai proses, yaitu proses pengeringan, proses penguapan, proses pembersihan dan penyortiran, proses penghalusan dan pengempaan biji dengan menggunakan alat screw press.

Setelah melewati proses screw press tadi, minyak yang keluar dari biji bunga harus dimurnikan terlebih dahulu.

Proses pemurnian ini bertujuan untuk menghilangkan getah (degumming), menghilangkan asam lemak bebas (Neutralization) dan menghilangkan zat warna (Bleaching). Baru setelah itu minyak dapat dikonsumsi. Minyak ini juga dapat bermanfaat untuk kesehatan.

Demikianlah pembahasan mengenai cara budidaya bunga matahari semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga :

Obat Tradisional Penyakit Tbc

Posted By Berita Herbal

Berikut Ini Cara Budidaya Bunga Matahari Yang Baik Dan Benar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.